4 Tren Digital Marketing di Tahun 2018 dan Statistik yang Perlu Anda Cermati

4 Tren Digital Marketing di Tahun 2018 dan Statistik yang Perlu Anda Cermati

1. Menurut survey dari Smart Insights Global, kegiatan Digital Marketing yang akan memberikan pengaruh besar di 2018 adalah:

20% Konten Marketing
14% Big Data
14% Kecerdasan buatan
10% Sosial Media
9% Marketing via Mobile
9% Otomatisasi Promosi
5% CRO (Conversion Rate Optimization)
4% SEO (Optimasi Mesin Pencari)
3% IoT (Internet of Thing)
3% Public Relation Online
3% Komunitas
2% Kerjasama dengan Affiliate
2% PPC (Pay Per Click), seperti beriklan di Google (Adwords)
2% Wearables (Teknologi canggih komputer/internet yang bisa dikenakan layaknya pakaian)
1% Iklan Display / Banner

Hasil Survey secara umum, Konten tetap rajanya.

2. Konsumen menginginkan personalisasi

74% Customer merasa frustasi ketika konten terlalu umum
63% Customer sangat terganggu dengan brand yang terlalu mengandalkan broadcast-broadcast promosi
78% Customer suka dan memandang positif brand yang memberikan konten yang bermutu, menarik dan relevan
59% Customer mengatakan personalisasi sangat mempengaruhi keputusan mereka belanja
77% Customer memilih dan mau membayar lebih mahal kepada Brand yang memberikan pengalaman secara personal kepada mereka
78% Customer hanya akan tertarik terhadap penawaran baru jika sebelumnya sudah mengalami pengalaman personal yang menyenangkan

3. Tentang Riset Marketing

Kuantitatif Marketing menjadi semakin mainstream

Mana yang lebih dibutuhkan untuk bisnis Anda?

Marketing Quants vs Data Scientist

Data Scientist: mencari dan menganalisa data untuk mengoptimalkan proses
Marketing Quants: menganalisa dan memanipulasi data untuk memprediksi peluang

4. Pembelajaran Mesin (machine learning) bersiap menggantikan optimalisasi iklan secara manual.

72% pemimpin bisnis menyebut AI (kecerdasan buatan) akan memberikan manfaat bisnis lebih besar
58% eksekutif perusahaan sudah menggunakan predictive analytic di organisasi mereka
75% tim developer akan mengikutsertakan fungsi AI di satu atau lebih aplikasi yang dibuat

2018 “Asisten Digital untuk Customer” akan mengenali wajah dan suara customer via channel
2020 85% interaksi customer akan di manage tanpa manusia
2025 Market AI akan lebih dari $100 Miliar

Pembahasan lebih lanjut

Perkembangan teknologi terbaru yang inovatif sudah mengubah banyak industri di tahun 2017, namun kedepan sebagai pebisnis kita harus bisa menyesuaikan dengan tren yang terjadi supaya bisnis tetap bertumbuh dan siap menghadapi era disruptif.

Dalam pembahasan ini kita ambil pendapat dari 3 Industri papan atas di bidang Artificial Intelligence (Veritone), Data Management (Formstack) dan Marketplace Analysis (Vennli)

Menurut Ryan Steelberg (Veritone):

Kesenjangan Digital
Di tahun 2017 bisa dikatakan pengguanaan teknologi Artificial Intelligence (AI) belum proporsional.
Namun kedepan diprediksi Brand dan pemilik bisnis akan memaksimalkan AI ini bahkan menyiapkan budget khusus.
Jika melihat kompetitor, kesenjangan digital di bidang Artificial Intelligence mau tidak mau akan dihadapi oleh pemilik bisnis.
Masih ada kesempatan untuk belajar dan membuat Strategi Digital, seiring makin dalamnya jurang pemisah antara mereka yang bertindak lebih cepat mengadopsi AI dan yang tertinggal di belakang.

Perlunya penyesuaian cara promosi dan marketing dengan strategi baru
Lebih dari 1 dekade terakhir cara kita mengkonsumsi data berubah secara drastis.
Dulu kita mau tidak mau harus melihat iklan yang mengganggu. Saat ini kita punya pilihan untuk tidak melihat iklan di media online.
Model promosi tradisional masih bisa dipakai misalnya untuk mensponsori event tertentu, dimana ini fungsinya untuk membangun Brand Awareness juga.

AI akan masuk ke dalam struktur terkecil dari Audio dan Data Video
Seperti yang kita ketahui customer sangat sulit ditebak, kira-kira apakah konten audio yang mau dia dengar atau konten video apa yang mau dia lihat?
Dengan AI maka konten (media) dalam semua format dengan cepat bisa diindeks per detik dan per frame.
Sehingga kita bisa menyajikan konten yang sangat akurat.
Misalnya kita mempunyai Video Description Penjualan Produk dengan durasi 20 menit. Tentunya dengan AI, customer tidak perlu menonton video secara penuh, jika tujuannya hanya ingin mengetahui harga produk (yang durasinya hanya sekian detik).

Menurut Ashley Walsh (Formstack):

Semua mengarah kepada personalisasi
Internet memberikan konten yang berlimpah tiap hari. Konten bagaimanakah yang relevan dengan tren kedepan?
Jawabannya adalah konten yang memberikan pengalaman secara personal dan spesifik kepada customer.Contohnya, ketika ada customer mendarat di website Anda, mereka akan melihat 1 dari 15 versi pilihan tampilan dari homepage Anda.

Website juga dilengkapi iklan berbasis messaging yang sangat personal (berbasis data CRM).
Dengan demikian customer merasa spesial karena mendapatkan personalisasi konten. Bukan konten yang sama untuk tiap pengunjung. Pada akhirnya konversi akan meningkat.

Belum lagi tentang pengisian Form. Dengan perkembangan teknologi, kedepan pengguna mobile akan mengisi form secara otomatis dengan sidik jari maupun retina. Sehingga proses membangun database akan sangat efisien dan cepat.

Penggunaan AI dan Big Data yang semakin luas akan meningkatkan personalisasi di semua bidang.
Dari sisi customer sendiri mereka yakin bahwa mereka dimata-matai (misalnya oleh raksasa digital seperti Facebook maupun Google, yang dengan detail bisa mengetahui behaviour kita).

Namun kedepan hampir semua pemilik bisnis juga bisa memata-matai customer mereka, karena tersedianya tool dan dukungan teknologi yang bisa digunakan secara umum.

Menurut May Claire Mandeville (Vennli):

Pengembangan Bisnis membutuhkan ketekunan dan konsistensi
Akan semakin sedikit pemilik bisnis yang menyerahkan strategi promosinya kepada Agency (yang sifatnya sementara).
Kegiatan Digital Marketing adalah proses berkelanjutan. Akan selalu ada tren dan algoritma baru.
Oleh karena itu bagi Agency sendiri perlu sekali menganalisa kekuatan dan kelemahan mereka setiap waktu, supaya bisa bersaing dengan kompetitor.

Ketersediaan Big Data seharusnya mendorong kita untuk bertindak
Sekalipun Big Data memberikan kesempatan yang luas untuk digunakan, namun hanya sedikit pemilik bisnis yang memanfaatkannya.Sebagai marketer kita perlu mencari cara untuk memaksimalkan potensi Big Data untuk mendapatkan Insight dan jawaban atas apa yang paling diinginkan customer.

Di tahun 2018 ini, baik perusahaan besar maupun kecil akan banyak diuntungkan dengan adanya Big Data. Tinggal bagaimana kita mencerna, menganalisa dan memahami Data tersebut. Pada akhirnya tetap hanya perusahaan yang action dan fokus memanfaatkan Big Data lebih dululah yang akan memimpin pasar.

Sumber: smartinsights, entrepreneur, infosys, marketo, rapt media, business2community, forrester, forbes, pwc, idc futurescapes, constellation research, narrative science

PS: Klik tombol dibawah ini untuk mengetahui update terbaru tentang Digital Marketing, dll

Mau Belajar Bisnis Online FREE? KLIK dibawah ini !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *